Beberapa adab buang hajat (halaqoh 29)

🎬 Halaqoh 29
📜 Beberapa Adab Buang Hajat
🔊 Oleh Ust. Abu Ziyad Eko Haryanto, MA
-----------------------
بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله و كفى والصلاة والسلام على النبي المصطفى، نبينا محمد صلى الله عليه و على آله و صحبه أجمعين

Ikhwan dan akhwat para peserta kajian fiqh yang dimuliakan Allāh Subhānahu Wa Ta'āla, pada kesempatan kali ini kita telah memasuki halaqoh yang ke-29 dan pada sesi ini kita akan melengkapi apa yang masih tersisa dari adab buang hajat.

Ada beberapa adab yang belum disebutkan oleh Muallif dalam kitabnya, diantaranya adalah :

① Ketika seseorang hendak masuk WC disunnahkan untuk mendahulukan kaki kiri dan keluar dengan mendahulukan kaki kanan.

② Orang yang masuk WC hendaklah tidak membawa sesuatu yang terdapat di dalamnya dzikrullāh seperti mushaf atau cincin yang bertuliskan kalimat Allāh karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam ketika masuk WC Beliau melepaskan cincin yang terdapat tulisan Muhammad Rasulullāh, karena cincin itu sebagai stempel surat-surat Beliau.

Demikian juga tidak boleh membawa sesuatu yang tertulis padanya kalimat "الله" atau dzikrullāh, baik itu perhiasan ataupun tulisan dalam kertas, kecuali apabila dia khawatir hilang maka terpaksa dibawa ke kamar mandi, kalau cincin dilepas dan dimasukkan ke saku, kalau mushaf diletakkan ditemboknya dan jangan dibawa masuk ke WC.

③ Disunnahkan untuk membaca:
Do'a ketika masuk WC

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Do'a ketika keluar WC

غُفْرَانَكَ

"Saya memohon ampunanMu."

Dan bisa ditambah dengan :

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِّي الأَذَى ، وَعَافَانِي

اْلحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَذَاقَنِى لَذَّتِهِ وَ أَبْقَى فِيَّ قُوَّتَهُ وَ دَفَعَ عَنِّى أَذَاهُ

"Segala puji bagi Allāh yang telah menghilangkan dariku rasa sakit dan kotoran, menjagaku, memberikan kesehatan kepadaku."

"Segala puji bagi Allāh yang memberikan kepadaku kenikmatan makanan dan memberikan kekuatan kepadaku serta menghilangkan rasa sakit dariku."

Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa perawi diantaranya Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ath-Thabrani.

④ Disunnahkan ketika seseorang buang hajat untuk bertelekan/bertumpu pada kaki kiri.

ال المصنف رحمه الله تعالى ( والمستحب أن يتكئ على رجله اليسرى لما روى سراقة بن مالك رضي الله عنه قال : " { علمنا رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أتينا الخلاء أن نتوكأ على اليسرى } " ولأنه أسهل في قضاء الحاجة ) .

Diriwayatkan oleh Suraqah Bin Mālik bahwasanya dia berkata: Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengajari kami ketika kita buang hajat itu untuk bertumpu pada kaki kiri. Dan disebutkan hikmahnya bahwa dengan bertumpu pada salah satu kaki (kiri) akan lebih mudah untuk mengeluarkan kotorannya.

⑤ Disunnahkan juga seseorang untuk membersihkan (terutama bagi laki-laki) kemaluannya dengan ditekan pelan sehingga akan keluar sisa-sisa pada jalur keluar air kencingnya.

⑥ Disunnahkan juga untuk bersuci dengan tangan kiri, yang untuk membersihkan qubul atau dubur adalah dengan tangan kiri.

⑦ Dimakruhkan untuk buang air (terutama air kecil) di tempat dimana air berhembus kuat karena angin ini akan menerbangkan air kencing kita sehingga akan berceceran kemana-mana dan najisnya akan menempel di badan, baju atau celana kita.

⑧ Dimakruhkan untuk kencing pada tempat yang keras. Tempat yang keras akan memantulkan air kencing ke kaki atau celana kita, oleh karena itu dihindari.

Jika di WC, diusahakan ditempat pembuangannya, jangan sambil berdiri supaya tidak memantul ke badan atau celana.

Itulah beberapa hal yang belum disebutkan oleh Muallif dan kita sebutkan disini untuk faidah tambahan.

Demikian yang bisa kita bahas. In syā Allāh akan kita lanjutkan pada halaqoh berikutnya dengan pembahasan baru yaitu "Bab Pembatal-pembatal Wudhū'".

بِاللَّهِ التَّوْفِيْقِ وَ الْهِدَايَةِ.
وَصَلَّى اللّهُ عَلَى حَبِيْبِنَا المُصْطَفَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ سَلَّمَ
___________________
📝 Transkriptor : Ummu 'Abdirrahmān
♻ Editor : Farid Fadhillah Abu Abdillāh
👤 Murojaah : Ust. Abu Ziyad Eko Haryanto M.A.
👉 Kunjungi kami di www.manarussabil.or.id

Share on Google Plus

About ubaidillah

0 komentar:

Posting Komentar